Tuesday, November 22, 2011

REVIEW : Lake Mungo

Sebelum saya nonton The Human Centipede sebenarnya ada 1 film yang saya tonton.  Sebuah film horror bertipe mockumentary, yang berjudul "Lake Mungo". Film yang berasal dari Australia ini,  cukup mendapat sambutan yang hangat dari para penggemar film horror. Film ini memang digadang2 lebih mengerikan dan lebih kelam dari paranormal activity sekalipun (itu yang saya baca dari review orang). 


Cerita ini berawal dari hilangnya anak perempuan dari sebuah keluarga yang bernama Alice (Talia Zucker) di sebuah danau 'Lake Mungo'. Setelah pencarian beberapa hari akhirnya ditemukan jasad sang anak yang sudah dalam keadaan tewas. Dengan jasad yang cukup menyedihkan, akhirnya hanya sang ayah (David Pletger) yang berani memastikan dan menerimanya. Selang beberapa hari mulai munculah kejadian-kejadian aneh di rumah keluarga ini. Dimulai dengan beberapa penampakan yang muncul dari foto dan video yang diambil oleh sang kakak Matthew (Martin Sharpe). Aktivitas supranatural juga dirasakan oleh sang ibu (Rosie Trainor) yang justru mengambil kesimpulan bahwa anaknya sebenarnya belum mati. Misteri demi misteri terkuak sedikit demi sedikit dari pertengahan film ini sampai pada akhirnya penyebab kematian Alice.




Mockumentary bisa diibaratkan sebagai sebuah fake dockumenter, karena film sejenis ini menggunakan teknik pengambilan gambar seperti pada film dokumenter, akan tetapi itu bukan film dokumenter. Film sejenis ini biasanya memanfaatkan ide cerita dan akting-akting natural dari para aktornya. Sehingga akan terlihat seperti kisah nyata yang difilmkan. Yang saya salut dari film ini adalah atmosfer horror yang ditampilkan dari awal secara bertahap dan pasti. Bukan dengan kemunculan "hantu" atau penampakan yang tiba-tiba, namun justru dengan hasil zoom-in suatu foto atau video rekaman. Dengan teknik ini, kita sebagai penonton dibuat berimajinasi liar dan menerawang berbagai kemungkinan dari penampakan selanjutnya.

Masih dari sisi atmosfer yang mengerikan, menonton film ini seperti kita diajak untuk ikut hanyut ke dalam misteri kematian Alice yang janggal. Yang membuat kita menerka-nerka penyebab kematiannya. Ditunjang dengan efek suara yang sangat-sangat dingin, film ini mampu membuat saya merinding sepanjang film. Terlebih lagi ketika diawal-awal diperlihatkan jasad Alice yang cukup ehemm... 'mengerikan' menurut saya, menambah kesan kelam kematian sang anak. 2 jempol saya angkat untuk sineas dari Australia yang sangat luar biasa menampilkan efek "real" dari fake documenter ini.  :beer:

Overall Rating : 7 / 10

No comments:

Post a Comment