Monday, November 21, 2011

REVIEW : The Human Centipede (First Sequence)

Sudah kira-kira 1 bulan lebih ga posting di blog akhirnya hari ini bisa juga posting.  Hmmm.. akhir2 ini saya sedang menjadi terobsesi dengan film-film bertipe horror, slasher, gore, thriller dan sejenisnya.  Mungkin ini sedikit pelarian saya dari tugas akhir saya yang "terpaksa" harus saya ulang lagi dan lagi.  Oke..sekarang ada satu film yang akan saya review di sini. yaitu : The Human Centipede (First Sequence)


Ini merupakan sebuah film bergenre thriller-horror berasal dari Belanda.  Bercerita tentang seorang dokter yang melakukan eksperimen mengerikan mengenai penyambungan tubuh manusia.  Dokter yang bernama dr. Heiter (Dieter Laser) merupakan seorang pensiunan dokter bedah yang terkenal dengan pembedahan kembar siam. Dokter ini memiliki obsesi ganjil tentang eksperimen penyambungan tubuh manusia. Menurutnya kalo manusia kembar siam bisa dipisahkan dengan operasi, maka manusia pun dapat disambung menggunakan operasi pula.  

Cerita dimulai ketika 2 orang turis yang berasal dari amerika, Lindsay (Ashley C. Williams) dan Jenny (Ashlynn Yennie)  melakukan liburan di Jerman. Keduanya tersesat di dalam hutan ketika melakukan perjalanan ke sebuah pesta. Dan secara tidak sengaja datang ke rumah milik dokter gila tersebut.  Kisah pun dimulai ketika mereka dibius dan masuk ke ruang operasi.  Terdapat juga seorang turis dari Jepang, Katsuro (Akihiro Kitamura) yang menjadi korban ketiga dari sang dokter.  Ketiga turis ini akan disambung menjadi 1 sehingga terlihat seperti Lipan (centipede). Konflik film ini muncul ketika diakhir-akhir "lipan" ini berusaha melarikan diri. Di bagian ini sajalah saya melihat adanya konflik yang "sedikit" mendebarkan. 




Oke..berikut review saya : kengerian yang saya harapkan sebelumnya muncul dari pembedahan seperti film slasher-slasher sejenisnya tidak saya dapatkan di film ini.  Sisi pembedahan yang berdarah-darah justru dimunculkan dalam porsi yang sangat sedikit.  Terhitung cuma ada 2 hal yang membuat saya "sedikit" ngilu. Yaa.. mungkin gara-gara itu film ini tidak bergenre slasher tapi justru horror-thriller.  Tag line "100% medically accurate" menjadi semacam sugesti awal bagi penonton bahwa apa yang dieksperimenkan pada film ini memang bisa dibuat secara real.  Penonton akan dibawa ke imajinasi dari segi pembedahannya, namun justru tidak diperlihatkan secara ekplisit oleh film ini.

Sisi minus dari segi "pembedahan" sebenarnya bisa ditutup dari ide yang original tentang film ini. Ide gila sang  penulis cerita tentang penyambungan manusia patut diapresiasi, karena ini merupakan film pertama yang menggambarkan eksperimen penyambungan dengan dasar dukungan dari segi medis. Hmm.. mungkin saya merekomendasikan film ini bagi para penikmat film yang sedikit penasaran dengan istilah "sambung manusia", tapi bagi penggemnar slasher, jangan terlalu berharap banyak dari film ini. 

Overall Rating : 5.5 / 10

NEXT REVIEW : The Human Centipede II (Final Sequence)

No comments:

Post a Comment