Monday, June 13, 2011

Secangkir Teh Hangat Kedamaian

Untuk mendengar dengan baik, yang pertama kita lakukan adalah Diam.
Diam ialah tidak berkata apa-apa.
Mendengar berarti juga tidak menggunakan mulut.
Istirahat berbicara dan memasang telinga.
Itu adalah kutipan isi dari buku yang baru saja selesai saya baca.  Buku ini karangan sodara saya, lebih tepatnya om saya sendiri.  Jadi secara tidak langsung saya "diwajibkan" untuk beli dan baca buku ini. :D Tapi karena hobi saya membaca jadi ya dengan senang hati saya melakukannya..hehe..
Buku yang saya baca berjudul : 

 Secangkir Teh Hangat Kedamaian

Sebuah buku yang menceritakan secara sederhana berbagai kisah dan mengambil nilainya sebagai bahan perenungan kita.  Menurut seorang awam seperti saya, buku ini bisa dikategorikan sebagai buku yang ringan untuk dibaca.  Beliau menggunakan cerita tersebut sebagai analogi untuk menjelaskan secara tepat maksud dari buah pikirannya.  Dengan menuliskannya secara sistematis dan berkelompok, memudahkan kita untuk mencernanya secara bertahap.  Jika dilihat dari segi bahasa, bisa dibilang berbagai kata-kata sederhanalah yang digunakan di buku ini.  Dan bukan berbagai kata-kata tingkat dewa sehingga memusingkan pembaca awam seperti saya.  Oia.. karena buku ini dikarang oleh seorang aseli Jawa, maka janganlah heran jika ada beberapa kosakata Jawa yang disisipkan ke dalamnya.  hehe... Tapi tenang saja, ada terjemahan secara singkat di akhir tiap bab dari buku ini.  Sung aja ini cover depannya :



Nah kalo ini tampilan belakangnya :p


Semoga ini bisa jadi inspirasi teman2 saat hunting buku di Gramedia.

nb : Saya tidak bermaksud promosi ataupun ngiklan tapi sebagai informasi saja, seluruh royalti penjualan buku ini akan diserahkan ke beberapa Panti Asuhan di kota Semarang. 

No comments:

Post a Comment